Pada mulanya
masyarakat dibumi ini semua sama namun seiring dengan waktu dan berkembang kebudayaan, masyarakat mulai
terbentuk menjadi sebuah kelompok atau perkumpulan yang berdasarkan atas tempat
tinggal dan sebuah kebiasaan yang sering dilakukan (budaya). Pengertian
masyarakat itu sendiri adalah kumpulan dari berbagia manusia yang mendiami
suatu daerah, masyarakat juga dibagi menjadi dua yaitu masyarakat desa dan
masyarakat kota.
Masyarakat desa
Masyarakat desa adalah sekelompok orang yang
hidup bersama, bekerja sama, dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan
sifat-sifat yang hampir seragam dan sangat mengutamakan cara-cara atau
kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya.
Secara umum desa memiliki 3 unsur, yaitu :
1). Daerah dan letak, yang diartikan sebagai
tanah yang meliputi luas, lokasi dan batas-batasnya yang merupakan lingkungan
geografis;
2). Penduduk; meliputi jumlah, struktur umur,
struktur mata pencaharian yang sebagian besar bertani, serta pertumbuhannya.
3). Tata kehidupan; meliputi corak atau pola tata
pergaulan dan ikatan-ikatan warga desa.
Ketiga unsur dari desa tersebut tidak lepas satu
sama lain, melainkan merupakan satu kesatuan Secara
sosiologis pengertian desa memberikan penekanan pada kesatuan masyarakat
pertanian dalam suatu masyarakat yang jelas menurut susunan pemerintahannya.
Bila kita amati secara fisik, desa diwarnai dengan kehijauan alamnya,
kadang-kadang dilingkungi gunung-gunung, lembah-lembah atau hutan, dan umumnya
belum sepenuhnya digarap manusia.
Secara sosial kehidupan di desa sering dinilai
sebagai kehidupan yang tenteram, damai, selaras, jauh dari perubahan yang dapat
menimbulkan konflik. Oleh karena itu, desa dianggap sebagai tempat yang cocok
untuk menenangkan pikiran atau melepaskan lelah dari kehidupan kota. Akan
tetapi, sebaliknya, adapula kesan yang menganggap masyarakat desa adalah bodoh,
lambat dalam berpikir dan bertindak, sulit menerima pembaharuan, mudah ditipu
dan sebagainya. Kesan semacam ini timbul karena masyarakat kota hanya mengamati
kehidupan desa secara sepintas dan kurang mengetahui tentang kehidupan mereka
sebenarnya.
Namun demikian, perlu kita pahami bahwa tidak semua masyarakat desa dapat kita sebut sebagai masyarakat tradisional, sebab ada desa yang sedang mengalami perubahan ke arah kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Jadi, masyarakat desa yang dimaksud sebagai masyarakat tradisional dalam pembahasan ini adalah mereka yang berada di pedalaman dan kurang mengalami perubahan atau pengaruh dari kehidupan kota.
Namun demikian, perlu kita pahami bahwa tidak semua masyarakat desa dapat kita sebut sebagai masyarakat tradisional, sebab ada desa yang sedang mengalami perubahan ke arah kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Jadi, masyarakat desa yang dimaksud sebagai masyarakat tradisional dalam pembahasan ini adalah mereka yang berada di pedalaman dan kurang mengalami perubahan atau pengaruh dari kehidupan kota.
Ciri-Ciri Masyarakat
Tradisional:
Ciri yang paling pokok dalam kehidupan masyarakat tradisional adalah
ketergantungan mereka terhadap lingkungan alam sekitarnya. Faktor
ketergantungan masyarakat tradisional terhadap alam ditandai dengan proses
penyesuaian terhadap lingkungan alam itu.
Jadi, masyarakat tradisional, hubungan terhadap lingkungan alam secara
khusus dapat dibedakan dalam dua hal, yaitu :
1). Hubungan langsung dengan alam, dan
2). Kehidupan dalam konteks yang agraris.
1). Hubungan langsung dengan alam, dan
2). Kehidupan dalam konteks yang agraris.
Dengan demikian pola kehidupan m masyarakat tradisional tersebut
ditentukan oleh 3 faktor, yaitu :
1). Ketergantungan terhadap alam,
2). Derajat
kemajuan teknis dalam hal penguasaan dan penggunaan alam, dan
3). Struktur sosial yang berkaitan dengan dua
faktor ini, yaitu struktur sosial geografis serta struktur pemilikan dan penggunaan tanah.
Masyarakat Perkotaan
Pengertian masyarakat Perkotaan, masyarakat perkotaan adalah
masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang
terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini.
Ciri – Ciri Masyarakat Kota:
a. Ciri – Ciri Kehidupan Masyarakat Kota Sebagai berikut :
- Pembagian kerja sudah terspesialisasi dengan jelas
- Organisasi sosial lebih berdasar pada pekerjaan dan kelas sosial
daripada kekeluargaan
- Lembaga pemerintahan lebih maju berdasar teritoritum daripada
kekeluargaan
- Terdapat sistem perdagangan dan pertukaran
- Mempunyai sarana komunikasi dan telekomunikasi yang lengkap
- Berteknologi yang rasional.
b. Ciri-ciri masyarakat kota menurut Talcott Parson antara lain :
- Netralitas efektif, memperhatikan sikap netral, mulai sikap acuh tak
acuh sampai tidak memperdulikan jika menurut pendapatnya tidak ada sangkut
pautnya dengan kepentingan pribadinya.
- Orientasi
diri, menonjolkan kepentingan pribadi dan tidak segan-segan menentang jika
dirasa tidak cocok atau diasakan melanggar kepentingannya
- Universalisme, berpikir
objektif, menerima segala sesuatu secara objektif
- Prestasi, suka mengejar
prestasi, karena prestasi mendorong orang terus maju.
- Spesifitas, menujukkan sesuatu yang jelas dan tegas dalam hubungan
antara pribadi, maksudnya niat dinyatakan secara langsung (to the point)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar