Pengertian dan definisi dari budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari kata sangsekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata budhi (budi dan akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris budaya adalah culture yang berasal dari bahasa latin, yaitu colere yang artinya mengolah tanah atau bercocok tanam.
Definisi dari budaya itu sendiri adalah suatu pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungannya dan pengalamannya, serta menjadi landasan dan tingkah-lakunya yang kemudian akan diturunkan kepada generasi penerusnya.
Teori-teori kebudayaan yang berkembang hingga saat ini :
Teori agust comte
Agust comte merupakan sosiolog yang lahir di Montpellier, Perancis pada 19 Januari 1798 dan tinggal dilingkungan yang pekat akan agama katolik, hinga suatu saat dia mulai melihat perbedaan pemikiran katolik akan pemikiran monarki yang saat itu berkuasa di paris. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari paris dan melakukan penelitian tentang filosofi positivisme. Pada tahun 1830 dia menulis sebuah buku yaitu (Cours de Philosophie Positiv) terbit sebagai jilid pertama, terbitan jilid yang lainnya bertebaran hingga tahun 1842.
Menurut comte tentang perkembangan manusia dan pemikirannya, berawal pada tahapan teologis dimana studi kasusnya pada masyarakat primitif yang masih hidupnya menjadi obyek bagi alam, belum memiliki hasrat atau mental untuk menguasai (pengelola) alam atau dapat dikatakan belum menjadi subyek. Fetitisme dan animisme merupakan keyakinan awal yang membentuk pola pikir manusia lalu beranjak kepada politeisme, manusia menganggap ada roh-roh dalam setiap benda pengatur kehidupan dan dewa-dewa yang mengatur kehendak manusia dalam tiap aktivitasnya dikeseharian. Ini membuktikan bahwa manusia seringkali melihat aturan-aturan yang sebelumnya berlaku dan kemudian merubahnya menjadi kebiasaan yang ahirnya menjadi sebuah budaya.
Teori Ruth Benedict
Ruth Benedict mengemukakan konsep ethos atau konfigurasi budaya yang merupakan tema budaya (cultural theme) yang membuat suatu kebudayaan memiliki karakteristik tertentu oleh karena pola perilaku warga masyarakatnya maupun ciri pranata-pranatanya berorientasi pada dan memperlihatkan kesesuaian dengan tema budaya tersebut.
Maka wajar jika ada pepatah janggan pernah lupakan sejarah, karena sejarah adalah cikal-bakal dari kehidupan budaya yang berlaku disuatu lingkungan. Munculnya pasca-modernisme, sebagai “protes” akan gagalnya modernitas adalah salah satu bentuk pengalaman langsung bahwa budaya tidak bersifat statis, budaya mengalami pergerakan. Pentingnya teori budaya adalah membawa dari modernitas (untuk yang pro-pascamodernitas atau postmodernitas) ke era masa yang dianggap mampu menyelamatkan kehidupan manusia, sehingga manusia merasa mengalami masa reborn atau terlahir kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar